Islam Berpikir - Raja Jemblung
Terlalu. Mungkin itu kata yang tepat pada fenomena Raja Jemblung (RJ). RJ adalah golongan minuman keras yang sangat mematikan. RJ sebetulnya sudah lama ada, biasanya diproduksi oleh orang-orang sendiri yang gila mabuk. bahasa kerennya home industri. Sebetulnya pembuatannya mudah gampang. Menurut tim investigasi Islam Berpikir, bahan utama dari RJ adalah air, alkohol murni dan gula, semuanya direbus jadi satu. Sekilas tampak tidak percaya kalau itu bisa merenggut nyawa dengan cepat. Anggapan itu tidak ada salahnya, yang membuat bahaya adalah ketika RJ dicampur dengan minuman lain atau bahan lain. Pada dasarnya ramuan pada RJ sangat aktif untuk mengikat unsur lain yang dicampurkannya.
Yang patut disayangkan adalah perusahaan yang memproduksinya. CV Naga Mas yang salah satu pemiliknya bernama habib muslim adalah biang keladi dari fenomena ini. Mungkin Islam Berpikir boleh berpendapat bahwa kita harus menguatkan iman dan menambah ilmu kita setiap waktu dan setiap hal. Islam mengajarkan menuntut ilmu setinggi mungkin agar kita dapat membedakan yang benar atau salah. Dalam kasus RJ ini, mari kita pikir apa untung dan ruginya.
Kebanyakan orang minum beropini minuman keras dapat membantu mengatasi masalah atau stress. opini ini bisa benar jika ilmu kita kurang. Mengatasi masalah adalah manyelesaikan dengan tuntas sehingga kedepannya tidak membuat beban lagi. Bukan melupakan sejenak dan pada akhirnya tetap harus dipikirkan lagi.
Wahai saudara islam semuanya, kita hidup ini untuk menyelesaikan masalah, jangan di hindari masalah yang ada tapi harus dihadapi dengan benar. Allah melalui islam mengajarkan cara menyelesaikan masalah yang benar. Allah juga memberi balasan yang sesuai dengan masalah yang kita hadapi.
Jika kita merenung lebih dalam bahwa masalah itu adalah suatu rizki yang patut kita syukuri. Kenapa itu rizki mungkin pembaca bisa berpikir sendiri. Pada tulisan yang lain Islam Berpikir akan menjelaskan bahwa Allah tidak pernah memberi masalah akan tetapi Allah selalu memberi Rizki bagi orang yang tahu
0 comments:
Post a Comment